Minggu, 11 Desember 2016

Cintailah Rasul dengan Cara yang Benar

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan di muka bumi ini sehingga..
Aku tidak ingin mencintainya hanya dalam satu hari saja, tapi aku ingin mencintainya dalam setiap detik yang kujalani
Aku tidak ingin mencintainya dengan cara yang salah, tapi aku ingin mencintainya dengan cara yang benar, sesuai apa yang beliau ajarkan
Aku tidak ingin mencintainya hanya sebatas simbolis, tapi aku ingin cintaku kepadanya senantiasa ditulis oleh Allah sebagai kebaikan

Selasa, 06 Desember 2016

Rezeki tidak hanya harta kekayaan

Kebanyakan orang mengucapkan "Alhamdulillah" adalah ketika mendapatkan "rezeki", yg berupa harta saja. Karena rezeki yang dipahami kebanyakan orang adalah sebatas harta kekayaan mulai dari uang, makanan, rumah, kendaraan, dan lainnya. Ini lah yang sering membuat kebanyakan orang jauh dari rasa bersyukur. Maka hal ini perlu diluruskan mengenai hakikat rezeki.

Pertama, ada harta duniawi yang bermanfaat bagi badan seperti rezeki uang, makanan, kendaraan, rumah,kesehatan dan lainnya. Dan ini lah definisi rezeki yg banyak termaktub di benak banyak orang sehingga sulit mereka untuk bersyukur. Allah ta'ala berfirman : فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” . (QS. Al Fajr :15-16)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala berfirman mengingkari keyakinan (sebagian) manusia. (Maksud ayat ini) bahwasanya jika Allah meluaskan rezeki mereka tujuannya adalah untuk menguji mereka dengan rezeki tersebut. Sebagian orang meyakini bahwa rezeki dari Allah merupakan bentuk pemuliaan terhadap mereka. Namun yang benar bukanlah demikian, bahkan rezeki tersebut merupakan ujian dan cobaan untuk mereka sebagaimana firman Allah :

. نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ. أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar” (QS. Al Mu’minun:55-56).

Demikian pula sebaliknya. Jika Allah memeberinya cobaan dan mengujinya dengan menyempitkan rezekinya, sebagian orang menyangka Allah sedang menghinakannya. Maka Allah katakan : { كَلا } (sekali-kali tidak). Yang dimaksud bukanlah seperti persangkaan mereka. Allah memberikan harta kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Allah juga menyempitkan harta terhadap orang yang Allah cintai maupunn orang yang tidak dicintai-Nya.  Sesungguhnya semuanya bersumber pada ketaatan kepada Allah pada dua kondisi tersebut (baik ketika mendapat rezeki yang luas maupun rezeki yang sempit). Jika seseorang  kaya (mendapat banyak rezeki harta) dia bersyukur kepada Allah dengan pemberian tersebut, dan jika miskin (sempit rezeki) dia bersabar.” (Tafsiru al Quran al ‘Adzim, Imam Ibnu Katsir rahimahullah)

Yang kedua, adalah rezeki ruhiyah yaitu rezeki yang berkaitan dengan rohani/batin terutama berhubungan dengan agama dan akhirat seseorang. Rezeki ini diantaranya ilmu yg bermanfaat, akhlaq yang karimah, sumber pahala yang terus mengalir dan lainnya.

Allah ta'ala berfirman :
“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya “ (QS. Ath Thalaq:11).

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah akan memberikan rezeki yang baik kepada orang beriman berupa apa? Yaitu berupa masuk surga dan kekal di dalamnya. MasyaAllah, bukankah itu rezeki terbaik dari Allah kepada hamba-Nya?

Saudarakau, ingatlah bahwa rezeki tidaklah sebatas harta kekayaan saja tetapi kemudahan, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, kemudahan untuk beramal shalih, istri yang shalihah, anak-anak juga termasuk rezeki. Kewajiban kita adalah mencari rezeki tersebut dengan usaha yg halal dan bersyukur atas rezeki yang Allah berikan.

Ibnul Qayyim berkata, “Allah menjadikan sikap bersyukur sebagai salah satu sebab bertambahnya rizki, pemeliharaan dan penjagaan atas nikmatNya (pada orang yang bersyukur). (Demikian ini merupakan) tangga bagi orang bersyukur menuju Dzat yang disyukuri. Bahkan hal itu menempatkannya menjadi yang disyukuri”.

Dan tidak akan mati seorang hamba kecuali semua rezekinya sudah ia dapatkan.

Wallahu a'lam bish showab.
Saudaramu Kharisma Ridho Husodo
Selasa, 6 Rabiul Awal 1438H

Sumber :
1. Tafsir Ibnu Karsir
2. Al-Quran Al-Karim
3. Tafsir As-Sa'di
4. Madarijus Shalihin

Senin, 05 Desember 2016

Jadilah Penebar Kebaikan yang Selektif



Sungguh beruntung orang yang memiliki sumber kebaikan. Karena selain mendapatkan pahala dari kebaikan tersebut, orang tersebut juga akan mendapatkan pahala dari orang yang diajarinya baik secara langsung maupun tidak tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya tersebut. Inilah bisnis yang menguntungkan dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “
Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim)

Minggu, 04 Desember 2016

Yang penting Allah ridho dengan pekerjaanmu

Serendah apapun pekerjaanmu di mata manusia, akan tetapi jika pekerjaanmu halal maka Allah akan memandangmu sebagai orang terhormat yg rela berkorban untuk menafkahi keluarga dan menolak untuk meminta-minta.

Sabtu, 03 Desember 2016

Hujan bisa berarti rahmat atau Adzab



Alhamdulillah, sekarang sudah musim hujan. Hujan adalah satu nikmat yang diturunkan oleh Allah, tidak ada seseorangpun/sesuatu apapun yang mampu menurunkan hujan, atau menahan hujan atau mengetahui kapan hujan akan turun. Dan musim hujan ini sangatlah disenangi oleh sebagian golongan masyarakat terutama dalam bidang pertanian, karena sumber air insyaAllah pada musim ini baik. Akan tetapi bagi sebagian orang hujan adalah hal yang mengganggu karena aktivitas sehari-hari bisa tidak sesuai rencana bila hujan turun. Akan tetapi perlu diketahui bahwa hujan ini adalah rahmat, akan tetapi bisa berarti pula adzab.

Izinkan aku menyebut namamu dalam do'a

"Izinkan aku untuk menyebut namamu dalam do'aku
sebelum nanti aku menyebut namamu dalam ijab qabulku di depat orang tuamu dan saksi akad
agar diantara kita tidak hanya sebatas mahabah saja akan tetapi juga tercipta mawadah dan rahmat
sehingga menghantarkan dalam perjalanan bersama menuju surga-Nya yang indah, yang tiada seorangpun bisa membayangkan keindahannya"

Kamis, 01 Desember 2016

Untuk dicatat dalam Menolong Agama Allah

Geram apabila melihat ada yg melecehkan agama Allah yang sempurna ini. Bukan karena benci kepada orang tersebut, akan tetapi karena cinta kepada-Nya yang membuat geram akan perbuatan orang yang merendahkan agama-Nya.

Dalam membela islam, bukannya untuk membuat diri ini dipuji, bukannya untuk menyulut perpecahan diantara masyarakat bernegara, akan tetapi inilah kewajiban umat islam yang sudah dalam koridor toleransi umat islam. 
Akan tetapi kami ingin agar toleran antar umat beragama tetap terjaga dengan ditegakkannya hukuman pasti terhadap orang yang telah merusak kerukunan bergama di negeri karena telah terang-terangan melecehkan ayat Quran yg suci hingga seluruh Indonesia tahu akan persitiwa ini.

Karena kami ingin dicatat di catatan amal kami bahwa kami telah berusaha dalam menolong agama Allah sehingga memiliki hujjah di yaumul hisab nanti. Karena Allah tidak mengharapkan hasil dari kita tetapi memerintahkan agar kita berusaha mengamalkan yang diperintahkan.

Allah berfirman :
"Wahai orang-orang berimam, jika engkau menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad :7)

Ini adalah bentuk umat islam dalam mencintai Alquran dan mencintai penciptanya, Allah ta'ala.

Maka ya Allah, kami telah berusaha menolong agamaMu, maka tolonglah kami dalam urusan akhirat dan duniawi. Dan angkatlah izzah umat muslim di Indonesia. Mudahkanlah urusan kami untuk menegakkan persatuan di Indonesia.

Karena siapa lagi kami meminta selain kepada Engkau?
"Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami meminta" (QS 1:5)
Ijabahilah doa kami, tolonglah kaum muslimin di indonesia karena rahmatMu.

"Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku), dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan" [Yûsuf/12:18]

Hamba Allah yang fakir, Kharisma Ridho Husodo
Malam Jumat, 2 Rabiiul Awwal 1438
Copyright © 2014 Qolbu Booster