Rabu, 27 Juli 2016

Ingatlah Kematian

Kehidupan kita ini dipenuhi dengan angan-angan, bahkan mindset orang sekarang adalah terlalu kedepan seolah-olah hidupnya masih 1000 tahun. Sehingga akibatnya adalah mereka terlalu cinta dengan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat. Dan mereka pun lupa bahwa kematian itu lebih dekat dengan mereka. Maka sekali-kalilah mengunjungi kuburan, kalau ga lewatlah jalan dekat kuburan.

Senin, 25 Juli 2016

Cinta itu Ibarat Kopi

Pepatah Arab mengatakan :
Cinta ibarat kopi. Sedikitnya tidak menghilangkan dahaga. Banyaknya tidak membuat kenyang.

Sabtu, 16 Juli 2016

Engkau Pasti Pelaku Dosa

Berdosa dan bersalah merupakan sifat yang mutlak pada manusia. Sebagaimana namanya manusia pasti lapar dan haus, demikian juga manusia pasti berdosa karena nafsu adalah sifat pasti manusia. Bagaimanapun ketika berusaha menghindari diri dari dosa ia tidak akan mampu, karena berdosa adalah sifat dasar manusia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat" (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman,
"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian" (HR Muslim)

Maka tidaklah mengherankan jika seorang manusia berdosa, akan tetapi jika tidak bertaubat maka itulah yang membuatnya tercela dan terpuruk. Namun jika kemudian bertaubat dan beristighfar maka mulialah dia. Sebagaimana firman Allah ta'ala :
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (QS Albaqoroh : 222)

Sungguh diantara karunia yang Allah berikan kepada kita adalah Allah mensyari'atkan ibadah yang sangat agung dan mudah, yaitu bertaubat dan beristighfar. Ibadah yang sangat kita andalkan dan kita harapkan bisa menghapus dosa-dosa kita yang telah bertumpuk-tumpuk.

Semoga ini bisa menjadi renungan dan pelecut kita untuk senantiasa dalam taubat.

Akhukum Kharisma Ridho Husodo
Ahad, 12 Syawal 1437H
@ Ball Room Paragon Hotel Solo (dalam rangka seminar)

Selasa, 12 Juli 2016

Jaga Pandanganlah Meski Sulit

Coba lihat sekarang, bagaimana kalian mengendalikan pandangan pada masyarakat yang begitu penuh seksualitas
Tak dapat kita hindari bahwa sekarang kita hidup dalam budaya dimana kita dipaksa untuk melihat segalanya dan melihat setiap orang, mulai dari media televisi, film, reality show, majalah dan yang lainnya.

Senin, 11 Juli 2016

Tidak ada waktu untuk GALAU

Kaifa halukum ya ikhwah?
Hampir semua orang mempunyai masalah. Dan terkadang masalah-masalah yang kita hadapi menyebabkan diri kita tidak tenang dan menjadi gelisah.

Minggu, 10 Juli 2016

Harta kita yang sebenarnya

Alhamdulillahilladzi, bi ni'matihi tatimmush shalihaat

Saudaraku seiman, ketka melihat gadget yang saya pegang, saya teringat beberapa hadits yang menceritakan hakikat dari harta seorang muslim yang sebenarnya
Rasululla Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Anak manusia mengatakan : hartaku hartaku, kemudian beliau bersabda : "Wahai anak adam, engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan, maka kemudian itu akan habis ; atau yang engkau pakai, maka itu akan hancur ; atau yang engkau sedekahkan, maka itu yang akan tersisa. Selain dari itu semuanya akan engkau tinggalkan untuk orang lain"
(HR. Muslim)

Dari hadits ini, sesungguhnya harta kita yang kita miliki adalah yang kita sedekahkan di jalan Allah
Adapaun harta kita yang kita simpan, baik di rekening bank maupun di brankas maka itu bukanlah harta kita
Itu adalah harta ahli waris kita, itu hanya harta kita di dunia yang tidak bisa kita bawa ke akhirat.

Rasululllah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat : "siapakah diantara kalian yang harta ahli waris lebih dicintai daripada harta dia sendiri?"
Sahabat menjawab: :"Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun diantara kita melainkan hartanya lebih ia cintai
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Sesungguhnya hartanya (seorang muslim) adalah yang ia jalankan di jalan Allah, dan harta ahli waris adalah apa yang ia tinggalkan"
Maksudnya dari sahabat ini adalah, kita tidak ada yang mencintai harta ahli waris melainkan harta sendiri, jadi mengapa kita menumpuk-numpuk kekayaan kita sahabat?
(HR Bukhari)

Jadi harta yang kita simpan, kita tumpuk-tumpuk, adalah harta bukan atas nama kita, jadi manakah harta yang ingin antum investasikan ? Harta untuk ahli waris? Ataukah harta diri sendiri yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah ?

Wallahu ta'ala a'lam
Akhukum Kharisma Ridho Husodo

Senin, 6 Syawal 1437H

Sabtu, 09 Juli 2016

Senangat Ramadhan Harus Membekas

Assalamu'alaikum

Taqabbal Allahu minna wa minkum

Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ketaatan dan bulan yang penuh amal ibadah telah berlalu. Di bulan ini banyak manusia yang berlomba-lomba dalam beramal shaleh, banyak shalat malam didirikan, banyak bacaan Al-Quran dilantunkan, banyak sedekah yang dikeluarkan dan banyak kebaikan lainnya.
Akan tetapi apakah kita mendapatkan kebermanfaatan dari bulan Ramadhan itu?

Copyright © 2014 Qolbu Booster